Pages

Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Januari 2011

Antara Gayus dan Maling Ayam


Mungkin judul diatas kita sering baca atau sering dengar dalam bahasa yang berbeda tetapi intinya sama. Umumnya yang dibicarakan adalah masalah hukum yang ditegakkan pada dua kasus yang memiliki perbedaan jauh tersebut. dan umumnya yang dibicarakan adalah proses yang melibatkan aparat hukum didua kasus tersebut.
inikah sikap kita?
Kita tidak berbicara hanya khusus masalah ayam saja, tetapi semua maling amatir ikut masuk dalam pembahasan ini. dulu waktu saya masih kuliah di STAN, ketika hendak pergi ke masjid untuk sholat shubuh, pernah  saya melewati sekumpulan penduduk kampung plus anak-anak kost mengerumuni sosok yang sedang sekarat dengan tangan terikat dan hanya memakai celana dalam saja. Entah dari awal pakaiannya seperti itu atau tidak itu bukan masalah. Katanya dia adalah salah seorang yang sedang berusaha maling salah satu tempat kost mahasiswa, sialnya dia adalah seorang yang tertangkap sedang temannya yang lain berhasil kabur.

Sabtu, 08 Januari 2011

Jangan Suka yang Instan?

Mungkin kalau ditanya, kira-kira lebih pintar mana orang-orang dulu dengan sekarang, sebagian kita akan menjawab orang-orang dulu lebih pintar daripada sekarang. Boleh saja ada yang berpendapat sebaliknya karena mereka mungkin beralasan dengan perkembangan teknologi, dan orang-orang sekarang lebih mudah mengakses ibaratnya semua yang dia inginkan dimana saja dan kapan saja. Tetapi pembicaraan kali ini bukan masalah kemudahan mengakses ilmu pengetahuan dan kesempurnaan akses ilmu yang diinginkan. Tetapi bagaimana dengan kemampuan otak dan berapa kemampuan yang telah dipakai antara orang-orang sekarang dengan orang-orang dulu.

Selasa, 28 Desember 2010

Saya Setuju dengan Devide et Impera

Pengertian secara definitif Divide et impera atau Politik pecah belah adalah kombinasi strategi politik, militer, dan ekonomi yang bertujuan mendapatkan dan menjaga kekuasaan dengan cara memecah kelompok besar menjadi kelompok-kelompok kecil yang lebih mudah ditaklukan. Dalam konteks lain, politik pecah belah juga berarti mencegah kelompok-kelompok kecil untuk bersatu menjadi sebuah kelompok besar yang lebih kuat.
Politik ini digunakan oleh Negara Belanda untuk menaklukkan bangsa Indonesia sebelum kemerdekaan. Dengan memecah bangsa Indonesia menjadi kelompok-kelompok kecil, Belanda waktu itu mampu dengan gemilang meredam setiap gejolak yang terjadi di Bumi Nusantara sehingga mereka “sempat” bercokol selama 3,5 abad tanpa satu bangsapun yang menggantikan kedudukannya, apalagi bangsa Indonesia waktu itu yang masih terpecah-pecah. Kedudukan Belanda hanya sekali saja digantikan Inggris menjajah Indonesia ketika terjadi gejolak di Eropa dan belanda menjadi jajahan Inggris.

Selasa, 21 Desember 2010

MAHASISWA KOK GAK DISIPLIN?

Geregetan saya kalau melihat sebagian diantara mahasiswa ITS yang datang terlambat, bahkan ada diantara mereka yang datang ketika kegiatan kuliah sudah hampir diakhiri. “ini anak niat kuliah gak!” kadang saya terlontar kata-kata seperti itu, atau “anak ini gak punya rasa hormat sama sekali dengan dosen”.

Mungkin ini hanyalah satu contoh diantara sekian banyak kejadian serupa yang terjadi diluar sana. Datang terlambat seperti sebuah menu wajib yang harus dilaksanakan oleh sebagian orang. Kalau tidak datang terlambat sepertinya ada yang kurang, mungkin itulah perasaan mereka, atau kalau tidak datang terlambat minimal sekali kayaknya “kurang gentlemen”.